您现在的位置是:重于泰山网 > politik
idr89 Menkeu belum berencana naikkan harga BBM subsidi imbas harga minyak
重于泰山网2026-04-06 03:56:41【politik】2人已围观
简介Nanti setelah sebulan, kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan idr89
Nanti setelah sebulan,idr89 kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan yang pas
Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah saat ini belum berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di tengah kenaikan harga minyak dunia akibat konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel vs Iran.
“Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam pengertian menaikkan harga BBM,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Senin.
Purbaya mengatakan pasokan minyak di dalam negeri masih cukup aman, sebagaimana pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Purbaya menyebut rerata perkembangan harga minyak dunia masih di bawah kapasitas maksimal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Artinya, kata Menkeu, APBN masih memadai untuk menahan dampak volatilitas harga minyak.
Meski begitu, dia memastikan akan memantau perkembangan dalam sebulan ke depan dan mengambil keputusan ketika dibutuhkan.
“Sekarang belum saatnya mengambil keputusan, karena uangnya masih cukup,” tambahnya.
Bendahara negara pun berharap masyarakat tetap tenang dan meyakini kebijakan pemerintah dalam menavigasi gejolak dunia. Terlebih, Indonesia sudah pernah mengalami lonjakan harga minyak sebelumnya.
“Kita lihat kondisi seperti apa. Nanti setelah sebulan, kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan yang pas. Anda percaya saja, saya cukup pintar, kok. Kita sudah mengalami harga minyak tinggi beberapa kali, nggak hancur negaranya, kan. Kenapa? Karena kebijakannya pas,” tuturnya.
Dalam kesempatan terpisah, Bahlil menegaskan bahwa pasokan BBM masih andal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode puasa dan Idul Fitri. Dia pun menjamin harga BBM bersubsidi, Pertalite, tidak akan naik meskipun harga minyak dunia menembus 118 dolar AS per barel.
Diberitakan oleh Sputnik, harga minyak mentah jenis Brent mencapai 118 dolar AS per barel untuk kali pertamanya sejak 17 Juni 2022.
Harga tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, di mana jenis Brent (ICE) sebesar 64 dolar AS per barel, dan US WTI berada di angka 57,87 dolar AS per barel.
Baca juga: Harga minyak meroket, Bahlil percepat mandatori campuran etanol ke BBM
Baca juga: Bahlil: Harga Pertalite tak naik meski minyak dunia capai 118 dolar AS
Baca juga: Harga BBM Pertamina, Shell, bp, Vivo stabil pada pekan kedua Maret
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
很赞哦!(663)
相关文章
- Prabowo pastikan ketersediaan pangan aman di tengah krisis global
- Donny Warmerdam senang kembali bermain setelah cedera lama
- Gustavo Franca: Malut United siap raih tiga poin hadapi PSM Makassar
- Persik petik poin penuh di kandang setelah bekuk PSBS 2
- Carlos Pena puas dengan kemenangan besar Persita atas Madura
- Pelatih akui Madura United tampil buruk ketika dibantai Persita
- Hendri Susilo: Kami optimistis raih poin di kandang Madura United
- Barba bertekad lanjutkan tren positif Persib Bandung di GBLA
- Nova Arianto selaraskan filosofi timnas U
- OKI kecam peningkatan kekerasan oleh pemukim Israel di Tepi Barat
热门文章
站长推荐

Perkelahian final kompetisi Brasil berujung 23 pemain dikartu merah

Borneo bersyukur bawa pulang satu poin dari kandang Persija

Persita Tangerang bidik poin penuh ketika jamu Madura United

Alasan Hector Souto bawa skuad berbeda di Kejuaraan ASEAN Futsal 2026

TVRI: Antusiasme Piala Dunia 2026 terus terasa

Rusia rancang resolusi DK PBB demi dorong gencatan senjata di Timteng

Persija tegaskan tak ada niat diskriminatif terhadap Borneo

PSIM waspadai motivasi tinggi Semen Padang